Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wacana Libur Sekolah Selama Puasa, Mendikdasmen : Bukan Libur tapi Pembelajaran di Bulan Ramadhan

Belinda Eka Salsabilla • Minggu, 19 Januari 2025 | 00:41 WIB

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu

RADARTUBAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara tegas membantah wacana terkait libur sekolah selama bulan Ramadhan.

Dalam pernyataan resminya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjalankan proses pembelajaran sepanjang bulan puasa.

"Jadi libur Ramadhan itu, bahasanya bukan libur Ramadhan ya. Karena ada yang nulis libur Ramadhan. Bahasanya pembelajaran di bulan Ramadhan," tegas Mu'ti kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/1).

"Jangan pakai kata libur. Tidak ada pernyataan libur Ramadhan. Pembelajaran di bulan Ramadhan. Kata kuncinya bukan libur Ramadhan tapi pembelajaran di bulan ramadhan. Gitu ya." tambahnya.

Kendati demikian, Mu'ti masih belum menjelaskan secara rinci seputar sistem pembelajaran yang akan diberlakukan selama Ramadhan.

Beliau menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menunggu Surat Edaran (SE) resmi yang akan segera dikeluarkan.

"Nanti tunggu aja. Tunggu sampai SE keluar. Ya tunggu sampai itu keluar," ucapnya.

Mu'ti menyampaikan bahwa ketentuan pembelajaran selama Ramadhan ini sudah dalam proses perbincangan yang panjang yang melibatkan berbagai kementerian terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

"Nah itu sudah kita bahas bersama Menko PMK, Menag, dan Mendagri, kemudian saya dan KSP. Sudah kita bahas lintas kementerian. Sudah ada kesepakatan bersama," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga telah mengungkapkan gagasan serupa.

Dalam sebuah kegiatan di Mojokerto pada Kamis, (16/1), Cak Imin menyampaikan bahwa libur sekolah selama Ramadhan cenderung tidak produktif.

"Libur Ramadhan itu tidak produktif, sehingga kalau toh nanti pemerintah mengambil langkah libur, itu harus diantisipasi supaya produktif," ujar Cak Imin.

Cak imin juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil diskusi dengan para kiai dan pengelola pendidikan, rencana libur sekolah selama Ramadhan kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan.

"Tapi kelihatannya sih tidak libur ya, tidak libur," ucap Ketua Umum PKB tersebut.

Cak Imin berpendapat bahwa libur panjang selama Ramadan dapat membuat siswa kurang produktif.

"Karena puasa libur (sekolah) itu membuat ada suasana istirahat yang panjang, sehingga tidak produktif," jelasnya.

Cak Imin juga telah menggaris bawahi perihal wacana libur sekolah selama Ramadhan bukanlah perkara baru dan sudah menjadi perdebatan yang berliku-liku di masa lalu.

Libur selama Ramadhan pernah diuji coba pada era Orde Baru dan Reformasi, namun hasilnya dinilai kurang efektif.

"Kesimpulan saya, libur Ramadhan itu ndak efektif," tegas Menko Muhaimin Iskandar.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Mendikdasmen dan Menko PMK, pemerintah telah menetapkan bahwa pembelajaran selama bulan Ramadhan akan tetap dilaksanakan.

Pemerintah akan fokus pada pelaksanaan pembelajaran dengan sistem yang disesuaikan dengan kondisi bulan puasa. Kebijakan ini telah didiskusikan dengan melibatkan berbagai pihak terkait dan diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi siswa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ramadhan #cak imin #puasa #libur #pembelajaran #Menteri Pendidikan dan Dasar Menengah