RADARTUBAN - Dua merek smartphone yang resmi comeback ke Indonesia yakni Honor dan Motorola tak lepas dari kepercayaan mereka kepada produksi smartphone Tanah Air.
Pasalnya PT Sat Nusa Persada menjadi pilihan untuk merakit dan memproduksi kedua merek tersebut. Hal ini membuktikan industri lokal tanah air mampu memproduksi ponsel dengan kualitas global dan telah bekerja sama dengan sejumlah merek terkenal lainnya.
Dalam kunjungannya ke PT Sat Nusa Persada Batam, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yakin Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat investasi industri telekomunikasi global.
"Saya berkunjung ke Sat Nusapersada, perusahaan dengan reputasi tinggi yang dipercaya oleh perusahaan-perusahaan global. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama dalam industri telekomunikasi," kata Faisol Riza, dikutip dari Batamnews (23/1).
Menurutnya pabrik yang berlokasi di Batam tersebut telah lama terlibat dalam rangkaian produk ponsel mulai dari perakitan komponen hingga ke pengemasan. Dan kini Motorola dan Honor menjadi dua merek baru yang menyerahkan produksi ponsel mereka ke PT Sat Nusa.
Karena hal tersebut dia mengatakan kepada industri ponsel global untuk tidak khawatir dengan SDM yang dimiliki oleh Indonesia.
"Jangan khawatir dengan potensi yang ada, dengan teknologi yang dimiliki perusahaan di Indonesia, dengan sumber daya manusia," tambahnya.
Hal ini mungkin bisa diartikan sebagai sindiran ke Apple yang hingga kini belum ada kepastian untuk membangun fasilitas di Indonesia.
Selain itu Wamenperin juga mendorong untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI dan internet of things untuk mengoptimalkan produksi perusahaan dan meningkatkan nilai saing dari para kompetitornya.
Sementara itu Direktur PT Sat Nusa, Abidin Hasibuan mengaku berterima kasih atas dukungan pemerintah ke industri lokal. Dia mengatakan dirakitnya Honor dan Motorola merupakan hasil dari investasi puluhan juta dollar AS.
Menurut Abidin, baik Ponsel Honor maupun Motorola yang kini tengah diproduksi PT Sat Nusa diperkirakan akan secepatnya hadir pada bulan depan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama