Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wartawan Diintimidasi Pengawal Usai Tanya Tarakan, Panglima TNI Minta Maaf

Cicik Nur Latifah • Sabtu, 1 Maret 2025 | 00:10 WIB
wartawan kompas diintimidasi tim pengawalan TNI Jenderal Agus Subiyanto
wartawan kompas diintimidasi tim pengawalan TNI Jenderal Agus Subiyanto

RADARTUBAN- Seorang wartawan mengalami intimidasi dari anggota tim pengawalan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto setelah menanyakan kasus penyerangan Polres Tarakan yang diduga melibatkan anggota TNI.

Menanggapi insiden ini, Panglima TNI meminta maaf dan menegaskan bahwa prajurit yang terlibat bukan ajudannya, melainkan bagian dari tim pengamanan.

Insiden ini terjadi setelah Panglima TNI menghadiri acara Bakti Sosial Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri pada Kamis (27/2) pagi.

Saat sesi wawancara usai, Jenderal Agus menjawab pertanyaan wartawan mengenai insiden di Tarakan sebelum langsung meninggalkan lokasi.

Namun, setelah itu, wartawan Adhyasta Dirgantara mengalami intimidasi dari seorang prajurit berseragam yang menegur dengan nada tinggi.

"Kau memang tidak di-briefing?" ujar prajurit tersebut.

Tidak hanya itu, seorang anggota pengamanan lainnya mengeluarkan ancaman kepada wartawan tersebut.

"Kutandai muka kau, ku sikat kau ya," bentaknya.

Setelah mendapatkan laporan mengenai insiden tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto segera meminta maaf.

"Saya mohon maaf atas kejadian yang sangat saya sesalkan. Maaf sekali lagi," kata Agus saat dihubungi.

Ia juga menegaskan bahwa dua prajurit yang melakukan intimidasi bukan ajudannya, melainkan bagian dari tim pengawalan.

"Akan saya tindak, akan saya evaluasi," tambahnya.

Redaksi Kompas.com menyayangkan tindakan intimidasi dan ancaman verbal terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya.

"Jurnalis dalam bekerja dilindungi undang-undang, dengan hanya mengandalkan pertanyaan, bukan senjata. Tak selayaknya dihalangi, apalagi diancam," ujar Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin.

Menurut Amir, pertanyaan yang diajukan wartawan mengenai insiden Tarakan merupakan hal yang penting bagi publik dan disampaikan dengan sopan.

"Gestur dan ucapan mengancam sebaiknya selalu dihindari. Apalagi, Panglima TNI sudah menanggapi pertanyaan tersebut dengan baik," tambahnya.

Amir juga mengapresiasi sikap Panglima TNI yang meminta maaf dan berjanji menindak anggotanya.

"Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Terkait insiden di Tarakan, Panglima TNI menegaskan bahwa seluruh anggota yang terlibat akan diproses hukum.

"Yang terlibat sudah kita periksa. Ada beberapa yang sedang diperiksa," kata Agus.

Dia menambahkan bahwa anggota yang terbukti melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan mereka.

"Kejadiannya di tempat hiburan malam. Pasti akan kita tindak kalau ada yang salah," tegasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#wartawan #polres tarakan #Diintimidasi #kompas #TNI #Jenderal Agus Subiyanto #tim pengawalan