RADARTUBAN - Harga emas batangan 24 karat keluaran Logam Mulia Antam mengalami penurunan tipis pada hari ini, Kamis (6/3), sebelumnya harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Harga emas hari ini turun sebesar Rp 3 ribu per gram, sehingga saat ini berada di level Rp 1.706.000 per gram.
Mengutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, satuan harga emas terkecil, yaitu ukuran 0,5 gram, dengan jumlah angka Rp 903.000.
Sementara itu, harga emas ukuran 10 gram dijual dengan harga Rp 16.555.000, dan ukuran emas terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg), dibanderol dengan harga senilai Rp 1.646.600.000.
Jika melihat pergerakan harga emas dalam sepekan terakhir, harganya terpantau bergerak dalam kisaran Rp 1.672.000 hingga Rp 1.709.000 per gram.
Sementara itu, dalam satu bulan terakhir, harga emas tercatat berada dalam rentang Rp 1.660.000 hingga Rp 1.708.000 per gram.
Harga buy back emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 3.000 per gram, sehingga kini berada di level Rp 1.555.000 per gram. Harga buy.back ini merupakan harga yang digunakan jika pemilik emas ingin menjual kembali emas batangan mereka ke Antam.
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 0,9%. Jika pembeli ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, maka transaksi harus disertai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Berikut rincian harga emas Antam hari ini, Kamis 6 Maret 2025, dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 903.000
- Harga emas 1 gram: Rp 1.706.000
- Harga emas 2 gram: Rp 3.352.000
- Harga emas 3 gram: Rp 5.003.000
- Harga emas 5 gram: Rp 8.305.000
- Harga emas 10 gram: Rp 16.555.000
- Harga emas 25 gram: Rp 41.262.000
- Harga emas 50 gram: Rp 82.445.000
- Harga emas 100 gram: Rp 164.812.000
- Harga emas 250 gram: Rp 411.765.000
- Harga emas 500 gram: Rp 823.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 1.646.600.000
Dengan rincian tersebut, dapat diketahui bahwa harga emas hari ini mengalami sedikit koreksi setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama