Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penasaran ke Mana Kotoran Dari Toilet Kereta Api Dibuang? Begini Penanganan Jawaban dari PT KAI Terbaru

Bihan Mokodompit • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:56 WIB
Toilet di kereta api yang bikin penasaran ke mana limbah dibuang.
Toilet di kereta api yang bikin penasaran ke mana limbah dibuang.

RADARTUBAN - Jika Anda pernah naik kereta api jarak jauh dan menggunakan fasilitas toiletnya, mungkin pernah bertanya-tanya: ke mana perginya kotoran dari toilet kereta api?

Apakah benar limbah tersebut dibuang langsung ke rel? Pertanyaan ini cukup sering muncul di benak penumpang, terutama mereka yang peduli pada kebersihan lingkungan.

Pada masa lalu, sistem toilet di kereta Indonesia memang membuang limbah secara langsung ke jalur rel.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran lingkungan, praktik tersebut kini telah ditinggalkan.

PT KAI selaku operator resmi perkeretaapian nasional telah melakukan transformasi besar demi menjaga kebersihan dan kenyamanan penumpang.

Sejak 2010, Semua Kereta Gunakan Toilet Ramah Lingkungan

Menurut keterangan resmi VP Public Relation PT KAI, Joni Martinus, yang dikutip dari Kompas.com pada 27 Desember 2022, sejak tahun 2010, semua kereta yang dioperasikan PT KAI telah dilengkapi dengan sistem toilet ramah lingkungan.

“Pelanggan, dapat buang air kecil ataupun buang air besar di toilet kereta api, baik dalam keadaan berhenti maupun berjalan,” ujar Joni.

Dia menambahkan bahwa sistem baru ini menyimpan kotoran dari toilet dalam bak penampungan khusus.

Kotoran tidak dibuang ke rel, melainkan ditampung dan diproses menggunakan mikroba pengurai.

Dengan cara ini, limbah berubah menjadi cairan yang tidak menimbulkan bau busuk. Ini merupakan bagian dari sistem pengelolaan limbah kereta yang lebih manusiawi dan ekologis.

Sistem toilet ramah lingkungan tak hanya sekadar menampung limbah.

Dalam penampungan tersebut, terdapat zat zeolite serta partisi filter yang berisi karbon aktif, pasir, dan bahan penyaring lainnya. Teknologi ini memungkinkan limbah kereta diolah secara lebih efektif dan aman bagi lingkungan.

Menurut akun Twitter resmi @KAI121, limbah kereta akan dikuras secara berkala di depo atau area stabling.

Limbah ini lalu dibawa ke bio filter septic tank untuk pengolahan lebih lanjut.

Setelah itu, toilet kembali disiapkan dengan penambahan bio bakteri agar proses dekomposisi tetap berlangsung, memastikan toilet tetap bisa digunakan selama perjalanan.

Standar Toilet Kereta Api Telah Diatur Pemerintah

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2010, spesifikasi teknis toilet kereta harus memenuhi berbagai ketentuan.

Mulai dari penggunaan material tahan korosi, kejelasan petunjuk isi atau kosong, hingga sirkulasi udara yang baik.

Toilet juga wajib dilengkapi kloset, cermin, air bersih, dan pegangan tangan untuk keselamatan penumpang.

Inisiatif toilet ramah lingkungan ini pertama kali diresmikan oleh PT KAI pada 12 September 2010 di KA Argo Lawu jurusan Jakarta–Solo.

Direktur utama PT KAI saat itu, Ignasius Jonan, menegaskan harapannya agar seluruh kereta api di Indonesia menggunakan sistem serupa.

“Kedepannya nanti diharapkan semua toilet yang ada di kereta api akan diganti dengan sistem seperti ini yang ramah lingkungan,” ujar Jonan 2010 silam.

Menariknya, Direktur Utama PT INKA, Roos Diatmoko, pernah menyampaikan bahwa konsep ini telah diajukan sejak 1995.

Namun baru bisa terealisasi pada 2009. Kini, sistem ini menjadi standar kebersihan dan kenyamanan dalam pelayanan PT KAI.

Transformasi dalam pengelolaan kotoran dari toilet kereta api merupakan langkah besar dalam dunia perkeretaapian Indonesia.

Tidak hanya memberikan kenyamanan bagi penumpang, sistem ini juga berkontribusi besar dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar jalur rel.

Dengan teknologi toilet ramah lingkungan, limbah kereta kini dikelola secara bertanggung jawab, menunjukkan komitmen PT KAI terhadap standar transportasi modern yang bersih dan berkelanjutan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#limbah #toilet #Kesadaran Lingkungan #kereta api #kotoran #pt kai