Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Naik Kereta Cukup Tunjukkan Wajah, KAI Hemat Ribuan Rol Kertas

Tulus Widodo • Kamis, 31 Juli 2025 | 17:05 WIB
Ilustrasi teknologi wajah KAI yang jadi game changer moda transportasi nasional.
Ilustrasi teknologi wajah KAI yang jadi game changer moda transportasi nasional.

RADARTUBAN — Naik kereta kini tak sekadar bicara kecepatan atau kenyamanan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan standar baru dalam dunia transportasi melalui layanan Face Recognition Boarding Gate, yang bukan cuma memudahkan perjalanan, tapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan.

Terhitung dari Januari hingga Juni 2025, lebih dari 5 juta pelanggan telah menggunakan sistem pemindaian wajah (face recognition) saat naik kereta jarak jauh.

Imbasnya? Bukan hanya proses boarding yang jadi lebih cepat dan efisien, tapi juga penghematan besar dalam penggunaan kertas.

Satu data yang mencolok adalah: sebanyak 12.953 rol kertas berhasil dihemat hanya dalam 6 bulan.

Angka ini setara dengan menyelamatkan ribuan lembar tiket yang biasanya dicetak untuk boarding.

Artinya, lebih sedikit pohon ditebang, lebih sedikit limbah dihasilkan, dan udara pun lebih segar.

Jika ditarik sejak awal program ini diluncurkan pada 2022, sudah lebih dari 15,5 juta penumpang yang bergabung dalam gerakan tanpa tiket fisik alias paperless travel.

Gerakan ini bukan hanya simbol efisiensi digital, tapi juga wujud komitmen nyata KAI dalam menekan jejak karbon sektor transportasi.

Dengan teknologi face recognition, penumpang cukup mendaftarkan wajah sekali saat pembelian tiket di aplikasi KAI Access atau di loket.

Saat hari keberangkatan tiba, tak perlu cetak tiket atau tunjukkan QR code—cukup hadapkan wajah ke mesin di boarding gate, dan pintu akan terbuka otomatis bila data cocok.

Inilah wujud nyata dari "perjalanan cerdas dan berkelanjutan" yang digaungkan KAI: cepat, nyaman, tanpa ribet, dan ramah lingkungan.

Kecanggihan teknologi ini juga diiringi dengan komitmen kuat terhadap perlindungan data pengguna.

Data biometrik disimpan maksimal selama satu tahun dan dapat dihapus kapan saja sesuai permintaan penumpang.

Jadi, meski memanfaatkan fitur pengenalan wajah, aspek keamanan dan hak privasi tetap jadi prioritas utama.

Sistem boarding berbasis wajah ini merupakan bagian dari kampanye “Kereta untuk Bumi”, yang digaungkan PT KAI untuk mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya transportasi hijau.

Semangatnya jelas: mengurangi limbah, menekan emisi, dan menjadikan moda kereta api sebagai simbol masa depan mobilitas berkelanjutan.

Inovasi ini juga sejalan dengan tren global, di mana digitalisasi dan keberlanjutan menjadi dua pilar utama sektor transportasi masa depan.

Tak hanya bagi penumpang setia, KAI mengajak seluruh pengguna kereta untuk mulai mendaftarkan wajah mereka dan merasakan langsung kemudahan sekaligus kontribusi terhadap lingkungan.

Caranya mudah, aman, dan manfaatnya panjang.

“Ini bukan sekadar soal tiket digital. Ini tentang cinta kita pada bumi,” ujar EVP Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam siaran resmi.

Bagi kamu yang sudah mencoba, jangan ragu untuk membagikan pengalaman lewat media sosial dengan tagar #KeretaUntukBumi dan #KAISafetyAndSustainability.

Setiap langkah kecilmu bisa menginspirasi perubahan besar.

Lewat teknologi pengenalan wajah, KAI sekali lagi membuktikan bahwa inovasi tidak harus rumit.

Cukup satu langkah kecil—mengganti tiket cetak dengan wajah—dampaknya bisa seluas hutan tropis yang tetap hijau. Inilah masa depan transportasi: lebih cepat, lebih mudah, dan lebih peduli. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kereta api indonesia #Face Recognition #teknologi #KAI