RADARTUBAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 14 kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Bencana yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini menyebabkan sedikitnya 30 warga meninggal dunia dan lebih dari 4.000 orang terpaksa mengungsi, sementara sejumlah kawasan masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus.
Bobby menyampaikan bahwa pemerintah daerah kini memprioritaskan proses pencarian dan evakuasi korban, penanganan darurat, serta pemulihan akses transportasi untuk membuka jalur distribusi bantuan.
Bobby menuturkan bahwa bantuan logistik sejauh ini telah menjangkau sebagian besar wilayah terdampak, kecuali Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga yang hingga kini belum dapat ditembus melalui jalur darat.
“Bantuan sudah masuk lewat jalur darat, tinggal Tapteng dan Sibolga yang belum bisa kami suplai karena akses masih terputus total,” ujar Bobby saat rapat koordinasi penanganan bencana bersama Menko PMK Pratikno pada Kamis (27/11).
Untuk menjangkau dua wilayah tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut berkoordinasi dengan TNI dan menyiagakan dua helikopter.
Selain itu, Bobby menurunkan Tim Reaksi Cepat multisektor, membuka pos lapangan dan pos pengungsian, serta menggalang dukungan dari BUMN, BUMD, dan pemangku kepentingan lain.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menjelaskan bahwa tim di lapangan sedang melakukan pemulihan jaringan komunikasi yang terputus di sejumlah titik.
“Kami berupaya menyelesaikannya,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Sumut telah mengirim berbagai peralatan evakuasi, termasuk perahu karet, mesin perahu, genset, tenda pengungsian, perangkat komunikasi Starlink, chainsaw, dan 42 unit lentera.
BPBD Sumut juga menyalurkan paket bantuan logistik senilai Rp60 juta, ditambah kiriman 1 ton minyak goreng, 500 kilogram gula, 500 kotak teh celup, 20.000 bungkus mi instan, serta 1.000 kaleng sarden.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa penanganan darurat untuk Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat menjadi prioritas nasional.
“Pak Prabowo memerintahkan kami serius menangani bencana tanggap darurat dan menyiapkan rencana pasca-darurat karena infrastruktur harus segera pulih,” ujarnya. (*/lia)
Editor : radar tuban digital