RADARTUBAN – Jumlah penumpang Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, mengalami lonjakan signifikan selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Tercatat, jumlah penumpang meningkat hingga 123 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah penumpang mencapai 13.117 orang.
Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan Posko Nataru 2024 yang hanya melayani 5.880 penumpang.
General Manager Bandar Udara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional selama masa posko Nataru.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kelancaran posko pelayanan angkutan udara pada periode Nataru kali ini,” kata Wibowo dalam keterangan tertulis, Senin (5/1).
Tak hanya dari sisi penumpang, peningkatan juga terjadi pada jumlah pergerakan pesawat.
Selama periode Nataru, tercatat sebanyak 308 penerbangan, atau meningkat 152 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 122 penerbangan.
Sejumlah maskapai juga mengajukan tambahan atau extra flight dengan total 70
penerbangan.
Secara keseluruhan, trafik penerbangan di Bandar Udara Adisutjipto sepanjang tahun 2025, mulai Januari hingga Desember, juga menunjukkan tren positif.
Jumlah penumpang mencapai 139.699 orang, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 126.757 penumpang.
Sementara itu, pergerakan pesawat selama 2025 mencapai 3.319 penerbangan, naik 31 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebanyak 2.536 penerbangan.
Wibowo menjelaskan, rute penerbangan dengan jumlah penumpang tertinggi masih didominasi oleh rute dari dan menuju Jakarta dengan total 137.884 penumpang.
Selanjutnya disusul rute Karimunjawa sebanyak 759 penumpang. Adapun rute lainnya meliputi Bandung, Pangandaran, Surabaya, dan sejumlah kota lain.
“Dengan semakin bertambahnya trafik, kami berharap akan bertambah pula rute-rute baru yang disediakan oleh maskapai sehingga pilihan penerbangan bagi masyarakat semakin beragam,” ujarnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni