RADARTUBAN – Pemerintah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Namun, terdapat penyesuaian menu dan waktu distribusi agar selaras dengan pelaksanaan ibadah puasa, khususnya bagi siswa muslim.
MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa MBG tetap diberikan selama Ramadan, terutama di sekolah-sekolah berbasis masyarakat non-muslim serta untuk kelompok ibu hamil dan balita. Program tersebut berjalan tanpa perubahan berarti.
“Untuk sekolah-sekolah berbasis masyarakat non-muslim, serta bagi ibu hamil dan balita, program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan tetap berjalan seperti biasa,” ujar Zulkifli usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1).
Baca Juga: Komisi III DPRD Tuban Soroti Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Montong: Jangan Dianggap Insiden Biasa
Menu Kering untuk Siswa yang Berpuasa
Bagi siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa, menu MBG akan disajikan dalam bentuk makanan kering.
Makanan tersebut bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Menu yang disiapkan berupa roti, telur rebus, dan makanan praktis lainnya agar bisa dimakan saat berbuka,” jelas Zulkifli.
Distribusi MBG di Pesantren Digeser ke Sore Hari
Khusus di lingkungan pesantren, waktu pembagian MBG akan dipindahkan ke sore hari. Hal ini dilakukan karena seluruh santri menjalankan puasa, sehingga makanan bisa langsung disantap bersama saat waktu berbuka.
Jangkauan Penerima Manfaat Terus Meluas
Zulkifli menambahkan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah hingga mencapai 22.091 unit.
Dengan jumlah tersebut, program MBG kini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Ratusan Ribu Tenaga Kerja Terlibat
Dari sisi sumber daya manusia, terdapat sekitar 32 ribu pegawai PPPK di Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertugas mengawal program MBG. Selain itu, lebih dari 924 ribu tenaga kerja terlibat langsung di SPPG.
“Belum termasuk tenaga kerja dari pihak pemasok bahan baku MBG,” tambahnya.
Baca Juga: Kepala BGN Angkat Bicara soal THR Pegawai MBG Jelang Lebaran 2026, Begini Aturannya
Menu Tetap Bergizi dan Tahan Hingga Berbuka
Menu MBG selama Ramadan disesuaikan agar tetap segar dan aman dikonsumsi hingga waktu berbuka.
Beberapa contoh menu yang disiapkan antara lain telur asin, telur rebus, telur pindang, susu, buah, kurma, abon, roti, hingga penganan lokal lainnya.
Tanpa Makanan Ultra Proses
Kepala BGN, Dadan, menegaskan bahwa makanan ultra proses tidak akan disajikan dalam program MBG. Meski tahan lama, jenis makanan tersebut dinilai berpotensi tidak memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
“Kami menghindari makanan ultraprocessing demi menjaga kualitas gizi penerima manfaat,” tegasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni