RADARTUBAN - Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk periode 1-31 Maret 2026 sebesar 938,87 dolar AS per metrik ton.
Angka ini melonjak 2,22 persen atau 20,40 dolar AS dibandingkan periode sebelumnya pada 1-28 Februari 2026 yang mencapai 918,47 dolar AS per metrik ton.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan, penguatan harga ini memicu peningkatan permintaan dari importir utama seperti India dan Tiongkok.
Penetapan harga referensi mengacu pada rata-rata Bursa CPO Indonesia 882,76 dolar AS per metrik ton), Bursa CPO Malaysia 994,97 dolar AS/MT, dan Port CPO Rotterdam 1.252,36 dolar AS/MT periode 20 Januari-19 Februari 2026.
Sesuai Permendag Nomor 35 Tahun 2025, karena perhitungan mencapai 40 dolar AS, ambil median dari Bursa harga CPO Malaysia dan Indonesia.
Sementara itu, produk RBD palm olein kemasan bermerek neto hingga 25 kg dikenai bea keluar 31 dolar AS per metrik ton. Peningkatan ini memberi harapan bagi pelaku industri sawit domestik di tengah-tengah pasar global. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama