Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Puluhan Korban SK ASN Palsu Gerebek Pemkab Gresik, Ada yang Sudah Ikut Apel dan Berseragam PNS Lengkap

Adinda Dwi Wahyuni • Sabtu, 11 April 2026 | 09:16 WIB
Sejumlah orang tertipu SK PNS palsu di Gresik, korban datang ke kantor bupati. (RADAR GRESIK)
Sejumlah orang tertipu SK PNS palsu di Gresik, korban datang ke kantor bupati. (RADAR GRESIK)

RADARTUBAN – Jagat pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendadak gempar. Puluhan orang yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) baru ternyata menjadi korban penipuan sindikat SK ASN palsu. 

Ironisnya, beberapa di antara mereka bahkan sudah percaya diri mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan mengikuti apel pagi di halaman kantor bupati setempat.

Informasi yang dihimpun Radar Tuban, aksi penipuan ini mulai terendus saat salah satu korban berinisial SE mendatangi ruangan Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik, Senin (6/4) lalu.

Baca Juga: Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Polisi, Jadi Saksi Kasus Dugaan Penipuan PT DSI

Mengenakan pakaian dinas lengkap layaknya abdi negara sungguhan, SE menghadap Kabag Prokopim, Imam Basuki, untuk menyerahkan berkas administrasi.

Kejanggalan Berkas yang Menipu Mata

Kecurigaan muncul saat Imam Basuki meneliti berkas yang dibawa SE. SK yang disodorkan bukan lembaran asli, melainkan hanya kertas fotokopi. 

Tak hanya itu, dalam surat tersebut SE diarahkan bertugas di bagian Humas Pemkab Gresik. Padahal, secara struktur organisasi, bagian Humas sudah tidak ada dan berganti menjadi Prokopim.

"Tanda tangannya juga sangat tidak identik dengan pejabat Pemkab Gresik, terkesan dipalsukan. Tertulis juga tahun 2024, padahal setiap ada pegawai baru pasti kami diberitahu oleh BKPSDM," ujar Imam Basuki saat dikonfirmasi awak media.

Setelah ditelusuri ke kantor Kecamatan Menganti tempat SE mengaku sempat bertugas, pihak kecamatan menyatakan tidak pernah memiliki pegawai dengan nama tersebut.

Sontak, SE pun diarahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk klarifikasi lebih lanjut.

Rugi Puluhan Juta demi Gelar ASN

Modus yang dijalankan oknum penipu ini terbilang rapi namun mematikan kantong. Para korban diduga telah menyetorkan uang dalam jumlah fantastis, mencapai puluhan juta rupiah, agar bisa lolos menjadi ASN tanpa jalur resmi.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar sembilan orang yang melapor ke BKPSDM dengan kasus serupa.

Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setio Utomo, menyatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman intensif. 

"Tim kami sudah bergerak mendalami kasus ini. Beberapa saksi dan korban mulai kami panggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tegas Agung.

Baca Juga: BRI Imbau Waspada Link Palsu, Nasabah Diminta Hindari Modus Phishing dan Penipuan Digital

Polres Gresik Buka Posko Pengaduan

Merespons fenomena ini, Kapolres Gresik AKBP Ramadan Nasution mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan, baik secara materi maupun non-materi, untuk segera melapor ke Mapolres.

Pihaknya berkoordinasi erat dengan BKPSDM untuk mendata jumlah pasti korban yang terjerat rayuan maut SK palsu tersebut.

"Sampai saat ini kami masih menunggu laporan resmi dari para korban. Jika ada yang merasa tertipu dan sudah menyerahkan sejumlah uang, silakan langsung datang ke Polres untuk membuat laporan polisi," tutur perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga agar tidak mudah tergiur iming-iming menjadi ASN melalui jalur belakang, apalagi dengan meminta imbalan sejumlah uang.  (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#sk asn palsu #aparatur sipil negara #Pemkab Gresik #Penipuan #ASN