Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Program MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI pada Triwulan I 2026, Ini Penjelasan BPS

Siti Rohmah • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:52 WIB
etugas menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah, Jakarta. (Jawapos.com)
etugas menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah, Jakarta. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026.

Kontribusi program tersebut tercermin antara lain melalui komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur pendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penambahan fasilitas SPPG memberikan dampak positif terhadap PMTB karena mendorong aktivitas konstruksi fisik.

Baca Juga: Dana Pendidikan 20 Persen Tergerus Program MBG, Pakar Sebut Salah Rezim di Sidang MK

Pembangunan dapur layanan hingga infrastruktur konektivitas dinilai menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan tersebut.

Selain itu, investasi yang terkait dengan pengembangan SPPG juga tercatat sebagai belanja modal, baik untuk pembangunan sarana maupun pengadaan peralatan pendukung.

Secara keseluruhan, PMTB menjadi kontributor terbesar kedua dalam pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi rumah tangga, dengan sumbangan sebesar 1,79 persen.

Komponen ini tercatat tumbuh 5,96 persen, didorong oleh investasi pemerintah dalam program prioritas nasional serta investasi sektor swasta. Kontribusi PMTB terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 28,29 persen.

Dari sisi lapangan usaha, pembangunan infrastruktur SPPG dan Koperasi Desa Merah Putih turut mendorong kinerja sektor konstruksi.

Sektor ini tumbuh 5,49 persen dan memberikan kontribusi sebesar 0,53 persen terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026.

BPS juga mencatat bahwa secara keseluruhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Namun, secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 2,94 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah turut memberikan andil sebesar 1,26 persen.

Adapun lima sektor utama penyumbang PDB pada periode tersebut meliputi industri pengolahan dengan kontribusi 19,07 persen, perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan sebesar 8,69 persen.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#SPPG #bps #Makan Bergizi Gratis #Pertumbuhan Ekonomi #Mbg