RADARTUBAN - Penyintas banjir di Lhokseumawe, Aceh, mengeluh huntara mereka bocor saat hujan, air masuk, dan makanan sulit didapat sejak pindah Februari 2026.
Korban banjir pada November 2025 di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, menanti hunian tetap tanpa kepastian. Total 55 kepala keluarga terdampak di huntera tersebut.
Air hujan merembes masuk hunterara karena tanpa fondasi, basahi peralatan dan sulitkan aktivitas sehari-hari.
Yusri, penyalintas, sebut janji tiga bulan sementara tak datang terealisasi meski sudah empat bulan. Jamaliah Yusuf pinta percepat perumahan tetap di Desa Padang, Kecamatan Muara.
Baca Juga: Tito Karnavian Tinjau Pengungsi Bencana di Aceh Tamiang, Janjikan Penanganan Cepat
Bantuan makanan dan logistik terhenti, warga dapat bertahan sendiri tanpa dapur umum akibat cuaca.
Sumur bor air minim, toilet susah, dan jatah Rp 15.000 per orang per hari belum cair. Mereka gelar Ramadhan di hunter dengan fasilitas ala kadarnya.
Kadis Kominfo Taruna Satya Putra belum dapat info soal progres perumahan tetap.
Pemkot Lhokseumawe berencana melakukan relokasi 55 KK di Muara Satu, ditambah korban lain di Banda Sakti dan Blang Mangat. Penyalinan desak transparansi jadwal transfer. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama