Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Copot Dandan Hindayana dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Hardiyati Budi Anggraeni • Rabu, 3 Juni 2026 | 06:21 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Istimewa)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Istimewa)

RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap Badan Gizi Nasional (BGN).

Setelah melalui proses evaluasi panjang, Kepala BGN Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya bersama dua wakil kepala lembaga tersebut.

Keputusan pergantian pimpinan BGN diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6) malam.

Menurut Prasetyo, pergantian ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: BGN Dukung Efisiensi APBN 2026, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Maksimal

Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala BGN juga diberhentikan, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik Sudaryanti Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.

Evaluasi 18 Bulan Berujung Perombakan

Prasetyo menjelaskan, keputusan pergantian pimpinan bukan diambil secara mendadak.

Presiden disebut telah memantau pelaksanaan program MBG selama sekitar satu setengah tahun dan menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat penerima manfaat.

Masukan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi yang akhirnya mendorong dilakukan pergantian kepemimpinan.

"Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun masyarakat," kata Prasetyo.

Menurutnya, berbagai catatan yang muncul selama proses monitoring menjadi dasar utama Presiden mengambil langkah penyegaran di tubuh BGN.

Kualitas Makanan hingga Disiplin SOP Jadi Sorotan

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pemerintah adalah kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Prasetyo mengungkapkan masih ditemukan persoalan terkait kedisiplinan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) serta tata kelola organisasi.

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP," ujarnya.

Baca Juga: BGN Beberkan Dugaan Penipuan Titik SPPG di Lombok Timur, Kerugian Ditaksir Rp 950 Juta

Selain itu, pengawasan terhadap kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat juga dinilai belum optimal.

"Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," lanjutnya.

Pemerintah berharap persoalan tersebut dapat segera dibenahi melalui kepemimpinan baru agar program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Susunan Baru Pimpinan Badan Gizi Nasional

Seiring pergantian tersebut, struktur pimpinan BGN kini berubah menjadi:

-Kepala BGN: Nanik Sudaryanti Deyang

-Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari

-Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono

Pemerintah menargetkan jajaran baru segera melakukan konsolidasi internal serta memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Target Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis

Prasetyo menegaskan Presiden berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat berbagai program prioritas yang telah berjalan sekaligus memperbaiki sejumlah kelemahan yang ditemukan selama evaluasi.

Fokus utama yang ditekankan meliputi peningkatan tata kelola organisasi, penguatan pengawasan pelaksanaan program, serta menjaga kualitas gizi yang diterima masyarakat.

"Kami berharap pimpinan yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Prasetyo.

Pergantian pucuk pimpinan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin program Makan Bergizi Gratis mengalami penurunan kualitas, mengingat program tersebut menjadi salah satu andalan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#nanik sudaryanti deyang #dadan hindayana dicopot #Kepala BGN #presiden prabowo subianto #Dadan Hindayana