Heri Hore Sindir Program MBG, Soroti Prioritas Kebijakan Pemerintah

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB
Heri Hore mengkritik program MBG dengan satire warteg dan restoran. (Jawapos.com)
Heri Hore mengkritik program MBG dengan satire warteg dan restoran. (Jawapos.com)

RADARTUBAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sasaran kritik komika sekaligus kreator konten Harry Supriyadi, yang dikenal dengan nama Heri Hore.

Melalui pernyataan bernada satire, dia mempertanyakan arah kebijakan pemerintah dan menilai perhatian terhadap persoalan publik perlu ditempatkan pada prioritas yang tepat.

Kritik tersebut disampaikan Heri Hore dalam siniar Ruang Publik. Ia secara terbuka mengungkapkan keresahannya terhadap program MBG yang menjadi salah satu kebijakan pemerintah.

"Gua tetap MBG sih, gua sangat meresahkan. Maksud gua, kalau emang presiden pengin buka warteg, buka restoran, jangan jadi presiden," ujar Heri Hore dalam siniar tersebut.

Baca Juga: MBG Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan, Siswa Bakal Belajar Manfaat Protein hingga Vitamin

Pernyataan itu menjadi bentuk kritik satir terhadap program pemerintah. 

Lewat analogi warteg dan restoran, Heri menyoroti kebijakan yang menurutnya perlu dikaji dari sisi prioritas serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat.

Kritik di Tengah Tekanan Ekonomi

Persoalan ekonomi turut menjadi latar pembahasan dalam naskah tersebut.

Pelemahan daya beli dan tekanan biaya hidup menjadi isu yang dirasakan masyarakat, sementara pekerja di berbagai sektor juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan pendapatan.

Industri kreatif, termasuk dunia hiburan dan stand-up comedy, juga memiliki tantangan tersendiri. Kegiatan pertunjukan, kerja sama komersial, hingga pemasaran konten menjadi bagian dari ekosistem yang memengaruhi penghasilan para pelakunya.

Di sisi lain, perubahan pola pemasaran digital, termasuk meningkatnya penggunaan sistem afiliasi, turut mengubah cara kreator konten memperoleh pendapatan.

Namun, besarnya dampak perubahan tersebut terhadap penghasilan kreator perlu dilihat berdasarkan data dan kondisi masing-masing pelaku industri.

Dalam situasi seperti ini, perdebatan mengenai kebijakan pemerintah tidak hanya berkutat pada pelaksanaan program, tetapi juga menyangkut penentuan prioritas anggaran dan kebutuhan masyarakat.

Masyarakat Makin Aktif Mengkritisi Kebijakan

Kritik dari kalangan komika dan kreator konten memperlihatkan bahwa ruang digital menjadi salah satu tempat masyarakat menyampaikan pandangan terhadap kebijakan publik.

Baca Juga: Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, tetapi Tetap Sebut Program Strategis

Melalui konten dan forum diskusi, isu pemerintahan dapat dibahas dengan pendekatan yang beragam, termasuk humor dan satire. Cara tersebut membuat kritik terhadap kebijakan menjangkau audiens di luar forum politik formal.

Meski demikian, penilaian terhadap efektivitas program seperti MBG tetap membutuhkan pembahasan berbasis data, termasuk mengenai pelaksanaan, ketepatan sasaran, manfaat bagi penerima, dan penggunaan anggaran.

Pernyataan Heri Hore menjadi salah satu bentuk suara kritis dalam perdebatan publik mengenai arah kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.

Kritik tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya ruang dialog agar kebijakan dapat terus dievaluasi sesuai tujuan dan dampaknya bagi masyarakat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Heri Hore komika Mbg kritik