RADARTUBAN – Capres Ganjar Pranowo mengusulkan DPR menggunakan hak angketnya untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Tak hanya melalui partai yang mendukungnya, dia juga mengajak partai-partai pendukung paslon 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Meski begitu, Mahfud MD, cawapres yang digandeng mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengaku tidak ingin ikut campur persoalan hak angket.
“Hak angket itu bukan urusan paslon, ya? Itu urusan partai. Apakah partai itu menggertak apa nggak juga, saya nggak tahu dan tidak ingin tahu juga,” ucap cawapres kelahiran Madura itu pada unggahan TikTok Metro TV.
“Maka saya nggak ikut-ikut bicara urusan partai,” ujarnya.
Awak media menanyakan komunikasi Mahfud MD dengan capresnya, dia mengaku tidak harus ada koordinasi.
“Nggak, nggak ada keharusan (koordinasi). Paslon itu kan di luar partai,” jawabnya.
Pada unggahan tersebut, dia juga menyampaikan bahwa ranah paslon yaitu pada pilihan presiden, politik berurusan dengan partai, sementara partai berurusan dengan DPR.
“Saya tidak akan berkomentar lah soal hak angket, hak interpolasi,” ungkapnya.
Ditanya dukungannya dengan hak angket, Mahfud mengaku dukungannya tidak memengaruhi apa pun.
Dia juga menyebut dukungannya untuk penggunaan hak angket tidak berkesinambungan.
Unggahan tersebut dibanjiri komentar warga TikTok hingga 11 ribu banyaknya.
“Tapi, Ganjar sendiri yg sibuk mengusulkan hak angket...” ketik akun dengan nama pengguna @remiel533.
Komentar tersebut turut mengundang balasan dari @idaayusimatupang.
Dia menyataka bahwa Mahfud MD lebih paham dibanding capresnya.
“kalo pak Mahfud ini kan prnah jd ketua MK berkecimpung di hukum Psti paham bener, klo.pak.ganjar kan beda cerita,” tulisnya.(aan)
Editor : Kifani Amalija Putri