RADARTUBAN.COM - Hasil drawing Piala Dunia U-17 direspons positif Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Menteri BUMN itu berharap Timnas Indonesia U-17 lolos dari fase grup.
"Jangan gentar, walaupun kita lolos otomatis sebagai tuan rumah. Mari kita tunjukkan kalau kita juga pantas tampil di ajang Piala Dunia U-17 ini," ujar Erick dalam rilis kepada media.
Berdasarkan hasil drawing Piala Dunia U-17 yang berlangsung Jumat (15/9) malam di markas FIFA di Zurich, Swiss, Indonesia yang berada di pot 1, keluar lebih dulu dan menempati Grup A.
Indonesia tergabung bersama Ekuador, Panama, dan Maroko.
Indonesia terhindar dari grup neraka, layaknya Grup D yang menyajikan persaingan cukup berat. Di grup ini, Jepang harus bersaing dengan Argentina, Senegal, dan Polandia.
Persaingan di Grup E juga tak kalah sengit karena ditempati negara-negara kuat seperti Prancis, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Burkina Faso.
Meski terhindar dari grup berat, tapi Timnas Indonesia U-17 tidak boleh menganggap remeh lawan-lawannya. Sebab, Ekuador, Maroko, dan Panama sudah punya pengalaman bermain di Piala Dunia U-17.
Ekuador, misalnya. Negara Amerika Latin itu termasuk paling berpengalaman karena enam kali bermain di putaran final Piala Dunia U-17. Disusul Panama sebanyak tiga kali dan Maroko dua kali.
Namun, Ketum PSSI Erick Thohir meminta para pemain Timnas Indonesia U-17 untuk tidak takut dengan nama besar lawan yang lebih berpengalaman.
Erick masih yakin Indonesia punya peluang besar untuk lolos dari fase grup.
"Ini drawing terbaik, saya punya harapan lain tapi tidak terwujud. Jika kita melihat tiga negara yang menjadi calon lawan, kita punya harapan. Semoga kita bisa lolos dari penyisihan," tegas Erick.
Guna memantapkan persiapan Timnas Indonesia U-17, PSSI bakal mencarikan lawan uji coba sesuai karakter calon lawan yang akan dihadapi di babak penyisihan nanti.
"Di Jerman, rangkaian uji coba harus kita sesuaikan dengan gaya bermain lawan-lawan di Grup A. Kita sedang berproses, hasil undian harus kita syukuri dan kemudian kerja keras mempersiapkan diri," katanya. (*)
Editor : Amin Fauzie