RADARTUBAN – Perubahan besar sering dimulai dari keputusan sunyi. Di tengah evaluasi menyeluruh jelang babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025, Persatu Tuban tak menunggu waktu.
Laskar Ronggolawe bergerak cepat merapikan skuad, menutup celah yang tersisa setelah enam pemain hengkang, sekaligus menyiapkan fondasi mental untuk fase krusial.
Teka-teki wajah baru mulai menemukan bentuknya. Sinyal paling kuat mengarah pada sosok eks kapten Bumi Wali FC yang dikabarkan mendekat ke Tuban.
Nama itu bukan orang baru bagi publik Ronggomania: Edy Winarno—pemilik nomor punggung 7 yang pernah menjadi bagian dari sejarah emas Persatu saat menjuarai Liga Nusantara 2014.
Kabar kian menguat setelah Edy terpantau mengikuti sesi latihan bersama di Stadion Lokajaya Tuban, Selasa (23/12). Belum ada pengumuman resmi, namun kehadiran di lapangan latihan biasanya berbicara lebih jujur daripada rumor di luar.
Persatu Butuh Figur Berpengalaman
Manajer Persatu Tuban, M. Abdul Rohman, membenarkan adanya mantan penggawa Bumi Wali yang direkrut untuk mengisi kebutuhan tim. Namun Rohman memilih menahan identitas.
“Benar, ada pemain Bumi Wali yang kami rekrut untuk mengisi kuota senior di posisi sentral,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (24/12).
Penilaian itu bukan tanpa dasar. Rohman mengakui, jajaran manajemen dan tim pelatih terkesan dengan performa sang pemain saat tampil di babak penyisihan Grup C.
“Sosok leader di dalam lapangan sangat dibutuhkan oleh tim, peran pemain senior yang baru kami rekrut ini semoga bisa mengangkat mental dan semangat juang para pemain muda,” bebernya.
Kebutuhan akan figur berpengalaman terasa mendesak. Babak 32 besar menuntut ketenangan, pengambilan keputusan cepat, dan kepemimpinan yang bisa menular—hal-hal yang tak selalu lahir dari usia muda. Karena itu, Persatu juga membidik sejumlah nama lain dari klub Liga 4 se-Jawa Timur untuk melengkapi komposisi.
“Pemain baru yang kami rekrut tentu menyesuaikan kebutuhan tim dan taktikal yang akan dijalankan pelatih di lapangan, nama-nama baru ini tentu akan segera kami umumkan,” jelas Rohman.
Penuhi Kuota Tujuh Pemain Senior
Regulasi tetap menjadi pagar. Kuota tujuh pemain senior sesuai ketentuan Asprov PSSI Jawa Timur akan dipenuhi, dengan penekanan pada kualitas, bukan sekadar angka.
“Kuota pemain senior akan tetap kami penuhi dan kita maksimalkan, terutama soal kualitasnya di lapangan. Target kami jelas, bisa lolos babak 32 besar,” tegasnya.
Sementara itu, intensitas latihan terus ditingkatkan. Pemain baru akan segera menyusul agar chemistry cepat terbangun. Persatu paham, fase ini bukan hanya tentang taktik, tetapi tentang kesiapan mental menghadapi tekanan.
Dan jika benar Edy Winarno kembali, itu bukan sekadar transfer—melainkan upaya memanggil kembali kepemimpinan yang pernah membawa Persatu ke puncak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni