RADARTUBAN – Ambisi klub legendaris Serie A, Juventus memperkuat lini belakang menghadapi jalan terjal. Target utama mereka, Marcos Senesi, hingga kini masih sulit direalisasikan. Bukan sekadar soal negosiasi klub, tapi juga tuntutan pribadi sang pemain yang dinilai cukup tinggi.
Menurut laporan Tuttosport, Senesi yang kini memperkuat AFC Bournemouth meminta bayaran mencapai 4 juta euro bersih per musim.
Baca Juga: Juventus Ngebut Kejar Marcos Senesi, Kontrak Empat Tahun Disiapkan Meski Tanpa Liga Champions
Angka itu menjadi batu sandungan serius bagi manajemen Bianconeri yang tengah berupaya menjaga keseimbangan finansial pasca restrukturisasi skuad.
Tak hanya itu, Juventus juga harus menghadapi persaingan ketat dari klub-klub Premier League yang dikenal lebih fleksibel dalam urusan gaji.
Tuntutan Tinggi Jadi Penghalang
Situasi ini membuat peluang transfer Senesi semakin rumit. “Transfer Senesi tetap sulit untuk Juventus. Pemain meminta € 4 juta bersih per musim dan Juve menghadapi persaingan dari klub Premier League,” tulis laporan tersebut.
Dalam konteks ini, manajemen Juventus tampak berhati-hati. Mereka tak ingin kembali terjebak dalam struktur gaji yang membebani seperti beberapa musim sebelumnya.
Alternatif Mulai Disiapkan
Mengantisipasi kegagalan, direktur teknis Damien Comolli bersama kepala pemandu bakat Matteo Ottolini langsung bergerak cepat.
Dua nama masuk radar sebagai opsi realistis: Jakub Kiwior dan Tarik Muharemovic.
Kiwior dinilai memiliki pengalaman di level kompetisi tinggi, sementara Muharemovic dianggap sebagai investasi jangka panjang dengan potensi berkembang pesat.
Strategi Baru Juventus
Langkah Juventus ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam bursa transfer.
Klub asal Turin itu kini lebih selektif, tidak lagi sekadar memburu nama besar, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi dan keberlanjutan proyek tim.
Jika Senesi tetap bertahan dengan tuntutan gajinya, bukan tidak mungkin Juventus benar-benar beralih ke opsi lain yang lebih rasional secara finansial.
Di tengah tekanan untuk kembali bersaing di papan atas Serie A dan Eropa, keputusan ini akan menjadi ujian penting bagi arah baru kebijakan transfer Si Nyonya Tua. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni