RADARTUBAN - Michael Olise terancam hukuman penjara di Prancis setelah muncul laporan bahwa pemain Timnas Prancis tersebut sempat menyimpan kantong nikotin di lokernya selama mengikuti Piala Dunia 2026.
Kabar itu menjadi sorotan karena produk tersebut kini telah dilarang sepenuhnya di Prancis, meski masih legal digunakan di beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Situasi ini membuat pemain Bayern Munchen tersebut harus berhati-hati saat kembali ke negaranya usai membela Timnas Prancis di ajang Piala Dunia 2026.
Baca Juga: 60 Ribu Lebih Pemuda Tuban Jadi Perokok Aktif, Dokter Soroti Bahaya Nikotin
Performa Gemilang Michael Olise di Piala Dunia 2026
Michael Olise tampil impresif pada penampilan perdananya di Piala Dunia bersama Timnas Prancis. Pemain berusia 24 tahun itu sukses membukukan lima assist sepanjang turnamen.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan kontribusi terbesar bagi Les Bleus selama kompetisi berlangsung. Timnas Prancis sebenarnya datang sebagai salah satu favorit juara.
Namun langkah mereka terhenti di babak semifinal setelah kalah 0-2 dari Spanyol.
Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro dalam pertandingan yang berlangsung di Dallas. Meski gagal mencapai final, Timnas Prancis masih dijadwalkan memainkan laga perebutan tempat ketiga menghadapi tim yang juga kalah di semifinal.
Jika kembali mencatatkan satu assist pada laga tersebut, Olise akan menyamai rekor Pele yang mencatat enam assist dalam satu edisi Piala Dunia pada 1970.
Kantong Nikotin yang Terlihat di Loker Jadi Sorotan
Di balik performa apiknya, Michael Olise justru mendapat perhatian karena sebuah unggahan di media sosial.
Dalam foto yang diunggah melalui Instagram sebelum pertandingan babak 16 besar melawan Paraguay, terlihat sebuah wadah berisi kantong nikotin berada di dekat tas perlengkapan pribadinya.
Produk tersebut merupakan kantong nikotin bebas tembakau yang digunakan dengan cara diselipkan di bawah bibir. Salah satu merek yang populer adalah Velo.
Produk serupa juga diproduksi oleh merek Zyn. Penggunaan kantong nikotin cukup umum di kalangan pesepak bola profesional.
Beberapa pemain menggunakannya untuk membantu mengurangi stres dan memberikan efek relaksasi.
Baca Juga: Richard Lee Sempat Pingsan di Lapas, Kuasa Hukum Sebut Efek Tapering Obat Keras
Penelitian PFA Ungkap Alasan Pemain Menggunakan Kantong Nikotin
Beberapa tahun lalu, Professional Footballers' Association (PFA) bekerja sama dengan Loughborough University melakukan penelitian mengenai penggunaan kantong nikotin bebas tembakau.
Penelitian tersebut juga mengkaji dampaknya terhadap kesehatan serta performa atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah pemain menggunakan produk tersebut untuk bersantai dalam situasi sosial maupun mengelola tekanan selama menjalani karier profesional.
Direktur Kesejahteraan Pemain PFA, Dr. Michael Bennett, mengatakan, "Produk ini pada dasarnya menjadi mekanisme untuk membantu menghadapi tuntutan permainan yang semakin besar, tetapi banyak pemain belum sepenuhnya memahami dampak serta sifat adiktif dari produk tersebut."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kantong nikotin masih menjadi perhatian di lingkungan sepak bola profesional.
Prancis Resmi Melarang Kantong Nikotin
Pemerintah Prancis resmi melarang kepemilikan, impor, penjualan, hingga produksi kantong nikotin bebas tembakau mulai 1 April 2026.
Kebijakan tersebut sebelumnya telah diumumkan pada September 2025 sebelum akhirnya diberlakukan secara penuh.
Larangan tersebut berlaku bagi seluruh orang yang berada di wilayah Prancis.
Artinya, wisatawan maupun warga negara Prancis tetap tidak diperbolehkan membawa produk tersebut masuk ke negara itu.
Merek Zyn bahkan memberikan penjelasan mengenai aturan tersebut.
Mereka menyatakan, "Meskipun Anda seorang turis atau membeli produk tersebut di luar Prancis, membawanya masuk ke wilayah Prancis tetap merupakan tindakan ilegal dan dapat dikenai hukuman berat."
Dalam penjelasan lainnya disebutkan, "Pengawasan ketat di perbatasan akan menjadi bagian dari larangan ini. Bea cukai Prancis akan menyita dan memusnahkan produk yang dikirim melalui pos maupun dibawa oleh wisatawan."
Menurut aturan yang berlaku, pelanggaran terhadap larangan impor kantong nikotin dapat berujung pada ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara.
Pengecualian hanya diberikan untuk produk yang dikategorikan sebagai obat atau memiliki fungsi medis.
Michael Olise Diminta Berhati-hati Saat Pulang
Laporan media Inggris menyebut Michael Olise harus memastikan tidak membawa produk tersebut saat meninggalkan Amerika Serikat.
Hal itu penting dilakukan mengingat Timnas Prancis dijadwalkan langsung kembali ke negaranya setelah menyelesaikan pertandingan perebutan tempat ketiga.
Selain menjadi laga penutup Les Bleus di Piala Dunia 2026, pertandingan tersebut juga akan menjadi penampilan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis.
Deschamps yang pernah menjuarai Piala Dunia sebagai pemain maupun pelatih dikabarkan akan mengakhiri masa jabatannya setelah turnamen selesai.
Posisinya disebut-sebut akan diteruskan oleh legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane.
Meski demikian, hingga kini belum ada informasi yang menyebut Michael Olise melakukan pelanggaran hukum.
Laporan yang beredar baru sebatas mengingatkan adanya risiko hukum apabila produk tersebut dibawa masuk ke wilayah Prancis sesuai aturan yang kini berlaku. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban