RADARTUBAN - Setelah sekian lama rumor Nintendo Switch 2 mengemuka, akhirnya baru-baru ini Nintendo merilis trailer resmi konsol gaming Nintendo Switch 2.
Pada video yang berdurasi sekitar 2 menit itu menampilkan desain baru yang sekilas tampak lebih besar dari versi sebelumnya. Trailer tersebut juga memberikan gambaran singkat mengenai penerus Nintendo Switch yang rilis pada tahun 2017 lalu.
Desain baru tersebut diperkenalkan dengan berbagai fungsionalitas baru yang tidak hadir pada versi sebelumnya. Fungsionalitas ini meliputi desain Joy-Con yang kini menggunakan magnet guna mempermudah dalam memasang atau melepaskan Joy-Con dari body utama konsol.
Hal ini dilakukan Nintendo mengingat mereka banyak mendapatkan kritik dan keluhan dari banyak pengguna terkait masalah "drift" dari Nintendo Switch generasi awal.
Nintendo Switch 2 juga membawa Port USB-C sekunder yang ditempatkan disebelah slot kartu game. Hadirnya port USB tambahan memberikan fleksibilitas yang lebih baik bagi pengguna.
Yang terakhir adalah ukuran. Ukuran yang sepintas terlihat sedikit lebih besar akan menawarkan kinerja hardware yang jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Ukuran layar Nintendo Switch 2 diperkirakan juga akan mengalami peningkatan menjadi 8,4 inchi yang kemungkinan berjenis layar OLED. Selain itu layar ini juga akan memberikan warna dan kontras yang jauh lebih baik, serta mampu menampilkan kualitas grafik yang lebih tajam.
Nintendo Swich 2 akan membawa baterai yang lebih besar dengan ketahanan bermain game hingga 10 jam, meskipun tergantung pada game apa yang tengah dimainkan.
Seperti rumor yang beredar, Nintendo Switch 2 akan mendukung backward yakni dukungan untuk memainkan sebagian besar game dari Switch 1.
Nintendo akan memberikan pengumuman lebih lanjut mengenai spesifikasi dan hal teknis lainnya dari Nintendo Switch 2 yang akan digelar pada acara Nintendo Direct tanggal 2 April 2025.
Kendati belum mengungkap tanggal rilis pasti untuk Nintendo Switch 2, namun Nintendo berjanji konsol baru tersebut akan hadir pada tahun ini.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni