Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

OpenAI dan Jony Ive Hadapi Tantangan Serius dalam Pengembangan Perangkat AI Pertamanya

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 8 Oktober 2025 | 02:05 WIB
Foto Jony Ive saat berdiskusi dengan Sam Altman.
Foto Jony Ive saat berdiskusi dengan Sam Altman.

RADARTUBAN - Perusahaan yang bergerak dibidang AI, yakni OpenAI bersama dengan mantan desainer legendaris Apple, Jony Ive dikabarkan tengah menghadapi berbagai masalah dalam mengembangkan perangkat AI pertama mereka.

Proyek yang diumumkan sekitar awal tahun lalu ini direncanakan akan debut dalam waktu dekat.

Hanya saja laporan terbaru mengindikasikan perangkat AI ini akan tertunda setidaknya hingga tahun 2026.

Perangkat tanpa layar ini dirancang untuk menjadi asisten cerdas yang selalu aktif, berinteraksi melalui mikrofon, kamera dan speaker.

Dengan berukuran ponsel, perangkat ini dimaksudkan digunakan di atas meja dan dalat dibawa kemana aja.

Selain itu, perangkat ini dikabarkan akan memiliki kemampuan untuk membangun memori berdasarkan interaksi pengguna sering waktu.

Hanya saja ambisi besar ini datang bersama tantangan besar baik dari segi teknis maupun masalah etika.

Mengenai teknis, OpenAI masih pusing soal penentuan kepribadian serta suara AI.

Adapula masalah mengenai privasi mengingat perangkat ini selalu aktif sepanjang hari.

Hingga masalah pembiayaan daya komputasi yang terbilang cukup besar untuk menjalankan model AI secara native di perangkat.

Beberapa sumber mengatakan OpenAI masih kesulitan menyediakan kapasitas komputasi yang cukup untuk ChatGPT.

Perusahaan masih mencari solusi atas hal ini agar model AI mereka dapat berjalan penuh tanpa ketergantungan pada layanan cloud.

OpenAI bersama Jony Ive juga masih terus mencari keseimbangan agar AI tersebut tidak terlalu cerewet saat berinteraksi dengan pengguna, tetapi tetap memberikan nuansa hidup seolah asisten sungguhan.

Selain masalah teknis, masalah etika juga menjadi hambatan utama lainnya.

Mengingat perangkat ini selalu aktif sepanjang hari, jelas akan memicu kekhawatiran mengenai privasi pengguna.

Jika tidak ditangani dengan hari-hari, inovasi dari OpenAI ini akan menjadi pedang bermata dua yang menghadirkan inovasi menarik, sedangkan disisi lain menimbulkan resiko kebocoran data.

Dengan berbagai tantangan tersebut, OpenAI kemungkinan akan memerlukan sedikit tambahan waktu guna menyelesaikan perosalan yang tengah mereka hadapi saat ini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Jony Ive #Sam Altman #masalah #openai #apple #Asisten Cerdas