Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Produk Diduga Diatur, Amazon Hadapi Gugatan Antimonopoli Baru

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 24 April 2026 | 12:12 WIB
Amazon diduga sengaja lakukan praktik pengaturan harga. (Jill’s Dazzling Designs/Pinterest)
Amazon diduga sengaja lakukan praktik pengaturan harga. (Jill’s Dazzling Designs/Pinterest)

RADARTUBAN - Baru-baru ini Jaksa Agung California, Bob Bonta menyoroti dugaan praktik ilegal mengenai penetapan harga oleh Amazon yang dinilai merugikan para konsumen.

Dalam pernyataannya, Bonta menuding raksasa e-commerce tersebut telah berkolusi dengan sejumlah vendor dan meminta pengecer untuk menjaga agar harga tetapi tinggi dipasaran.

Dalam dokumen yang telah dibuka ke publik, Amazon diduga meminta berbagai merek untuk menyesuaikan harga produk mereka di platform lain agar tidak lebih murah dibandikan Amazon.

Praktik tersebut terjadi karena adanya dugaan kekuatan tawar Amazon yang besar, sehingga vendor lebih memilih untuk mengikuti arahan daripada mendapatkann sanksi dari Amazon.

Baca Juga: Amazon Mundur, Maverick Games Pastikan Proyek Game Balap Open World Tetap Berlanjut

Salah satu contoh yang diungkap ialah permintaan kepada Levi's untuk mendorong Wallmart menaikkan harga celana dari sekitar 25 dolar menjadi 29 dolar AS.

Selain itu, perusahaan seperti Target, Best Buy, hingga merek seperti Hanes dan Chewy suka disebut dalam berkas tersebut.

Seperti yang telah disinggung tadi, Amazon iduga mengancam vendor dengan pinalti jika tidak mematuhi kebijakan harga, termasuk risiko kehilangan posisi strategis di platform mereka.

California telah menagajukan permintaan ke pengadilan agar praktik ini dihentikan sementara selama proses hukum berjalan.

Kasus ini sendiri merupakan lanjutan dari gugatan antimonopoli yang diajukan sejak tahun 2022 dan dijadwalkan masuk persidangan pada Januari 2027 depan.

Amazon dalam keterangannya membantah seluruh tuduhan tersebut. Pihak perusahaan menyebut langkah ini sebagai upaya mengalihkan perhatian dari lemahnya kasus yang diajukan.

Amazon menegaskan mereka dikenal sebagai platform dengan harga yang rendah dan berkomitmen untuk menjaga keuntungan bagi konsumen. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#praktik ilegal #bob bonta #harga produk #Gugatan Antimonopoli #amazon