RADARTUBAN - Ledakan dahsyat mengguncang sebuah gedung setinggi delapan lantai di kawasan Moallem Boulevard, Kota Bandar Abbas, Iran, pada Sabtu (31/1).
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan parah dan disertai kebakaran hebat.
Peristiwa ini langsung memicu spekulasi berbagai pihak, terutama di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Tim pemadam kebakaran dan penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Sejumlah korban luka telah dibawa ke rumah sakit, meski jumlah korban jiwa hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Bagian depan gedung dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Dua lantai bangunan porak-poranda, dengan puing-puing berserakan di sekitar lokasi.
Beberapa kendaraan serta toko di sekitar gedung juga ikut rusak akibat ledakan dan kobaran api.
Direktur Manajemen Jalur Krisis Provinsi Hormozgan, Dad Hassadeh, mengonfirmasi bahwa tim tanggap darurat telah mengevakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim membantah kabar yang beredar di media sosial terkait dugaan ledakan yang menargetkan markas Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
IRGC juga menepis rumor soal tewasnya komandan Alire Tangsiri dalam insiden tersebut.
Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.
Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas yang memicu ledakan.
Meski demikian, konteks geopolitik turut menambah kekhawatiran publik, seiring meningkatnya kehadiran kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln di wilayah Laut Merah bagian selatan, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama