RADARTUBAN - Berdasarkan penelitian ilmiah terbaru yang dipublikasikan pada 23 Juli 2025, ilmuwan kini menemukan bahwa laut dalam bukan hanya menyimpan misteri ekosistem, tetapi juga senyawa bioaktif yang potensial untuk memerangi kanker.
Penelitian internasional terbaru menunjukkan bahwa sebuah molekul gula alamiah yang dihasilkan oleh bakteri laut dalam mampu memicu mekanisme yang menghancurkan sel kanker dari dalam melalui proses yang sangat unik dan dramatis.
Senyawa yang dimaksud dikenal sebagai EPS3.9, sebuah exopolysaccharide (molekul rantai gula panjang) yang diproduksi oleh strain bakteri laut dalam Spongiibacter nanhainus CSC3.9 serta beberapa jenis bakteri lain dalam genus Spongiibacter.
Molekul ini ditemukan pada organisme mikroba yang hidup di ekosistem laut dalam yang ekstrem dan terpencil, jauh dari permukaan laut.
Bagaimana Molekul Ini ‘Mematikan’ Sel Kanker?
EPS3.9 bekerja dengan memicu bentuk kematian sel yang disebut pyroptosis, suatu bentuk programmed cell death yang berbeda dari apoptosis biasa.
Pyroptosis membuat sel kanker membesar, pecah, dan melepaskan sinyal peradangan yang pada gilirannya mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk ikut menyerang tumor.
Menurut keterangan peneliti, senyawa ini dapat langsung menarget beberapa molekul fosfolipid di membran sel kanker.
Dengan memicu pyroptosis, EPS3.9 tidak hanya menghancurkan sel kanker secara langsung tetapi juga mengangkat “alarm” bagi sistem imun untuk memperluas respons anti-tumor.
Pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus yang memiliki kanker hati, senyawa ini menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan dalam menghentikan pertumbuhan tumor.
Potensi Pengobatan Baru
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal The FASEB Journal.
Meskipun masih dalam tahap awal penelitian, para ilmuwan optimis bahwa EPS3.9 dan molekul serupa dapat menjadi basis untuk terapi kanker baru yang lebih efektif dan lebih sedikit efek samping dibandingkan perawatan konvensional seperti kemoterapi.
Penulis utama penelitian, Chaomin Sun, PhD dari Chinese Academy of Sciences, menyatakan bahwa penemuan ini tidak cuma membuka teori baru pengembangan obat berbasis karbohidrat.
"Tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya mengeksplorasi sumber daya mikroba laut untuk terapi penyakit serius seperti kanker," kata dia.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meskipun hasil awal terlihat menjanjikan, molekul EPS3.9 masih perlu melalui banyak pengujian keamanan dan efikasi, termasuk pada sel manusia langsung dan uji klinis lanjutan sebelum dapat dipertimbangkan menjadi bagian dari terapi kanker di masa depan.
Para peneliti juga masih harus menemukan metode yang efisien untuk menghasilkan dan mengirimkan molekul ini ke dalam tubuh manusia secara aman.
Namun demikian, penemuan ini tetap menjadi salah satu langkah ilmiah paling menarik dalam beberapa tahun terakhir di bidang bioteknologi laut dan pengobatan kanker, membuka pintu bagi inovasi obat dari dunia bawah laut yang selama ini masih jarang terjamah. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama