RADARTUBAN - Dalam daftar statistik global yang dibagikan akun X @Globalstats11, korban jiwa akibat COVID-19 terus menjadi catatan kelam abad ini.
Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan lebih dari 1,2 juta kematian, puncak dari tragedi yang membentang lebih dari tiga tahun pandemi.
Di bawahnya Brasil, India, hingga Rusia dan Meksiko menunjukkan bagaimana virus ini menghantam tiap benua dengan jejak kematian yang tragis.
China: Asal Wabah, Angka Kematian Minim? Data Memantik Pertanyaan
Ironisnya, negara yang pertama kali dilaporkan sebagai lokasi munculnya virus — China — hanya melaporkan 5.272 kematian dalam daftar ini, jauh di bawah negara-negara lain meskipun menjadi titik awal wabah.
Catatan angka ini membangkitkan tanda tanya tentang perbedaan metode pelaporan, kriteria penghitungan kematian, serta periode data yang dilaporkan.
Terutama karena banyak lembaga statistik independen menghentikan pembaruan data lengkap termasuk Worldometer sejak April 2024.
Amerika Serikat dan Brasil — Dua Pole Ekstrem
Di satu ujung, Amerika Serikat mencatat lebih dari 1,2 juta kematian; angka yang mencerminkan dampak pandemi yang berat, gelombang demi gelombang infeksi, serta perbedaan akses layanan kesehatan di wilayah luasnya.
Di sisi lain, Brasil menyusul dengan lebih dari 700 ribu jiwa — tidak sekadar angka, tetapi kisah jutaan keluarga yang berduka, rumah sakit yang kewalahan, serta perdebatan panjang soal kebijakan kesehatan nasional.
Eropa dan Asia — Gambaran yang Beragam
Negara-negara Eropa seperti Inggris, Italia, Jerman, dan Prancis semua mencatat ratusan ribu kematian.
Sementara di Asia, selain India, negara seperti Indonesia juga muncul di daftar dengan angka yang signifikan dalam konteks wilayahnya.
Hal ini mencerminkan perbedaan cara negara menangani gelombang pandemi, sistem kesehatan, serta upaya vaksinasi yang berjalan dengan kecepatan berbeda.
Statistik Global: Perlu Tandang ke WHO
Data statistik kematian terakumulasi secara global sudah berubah seiring berhentinya banyak sumber data publik seperti Worldometer.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini menjadi rujukan paling mutakhir dan terpercaya untuk statistik resmi global.
Meskipun dengan catatan: angka kematian WHO bisa jauh lebih rendah dalam laporan terbaru karena keterbatasan pelaporan dan perbedaan metode.
Jejak yang Tidak Akan Hilang
Angka ribuan — jutaan — bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat cerita keluarga yang kehilangan, sistem kesehatan yang kewalahan, dan masyarakat yang berubah selamanya.
Meskipun gelombang pandemi utama kini telah surut, penurunan tajam kasus dan kematian baru dalam data terbaru menunjukkan virus ini terus menjadi bagian dari lanskap kesehatan global, dengan dampak yang terus dikenang dan dianalisis oleh peneliti serta pembuat kebijakan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni