RADARTUBAN — Tanpa kita sadari, kebiasaan menunduk saat menatap layar ponsel atau laptop dalam waktu lama bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Leher yang terus-menerus menahan posisi tersebut bisa mengalami tekanan berlebih, hingga akhirnya menimbulkan rasa nyeri dan ketegangan.
Kondisi ini dikenal sebagai text neck syndrome, atau yang lebih akrab disebut “leher gadget” masalah yang semakin umum di era digital ini.
Menurut Medical News Today, text neck adalah gangguan pada leher yang muncul akibat kebiasaan menunduk terlalu lama saat menatap layar ponsel, tablet, atau laptop.
Mungkin terdengar sepele, tapi posisi kepala yang terus condong ke depan bisa memberi tekanan besar pada leher.
Bayangkan saja dalam posisi normal, kepala kita sudah memiliki berat sekitar 4,5 hingga 5,5 kilogram.
Gejala text neck bisa muncul perlahan, tapi dampaknya cukup mengganggu.
Mulai dari rasa nyeri di leher kadang hanya berupa pegal ringan, kadang terasa menusuk hingga nyeri di punggung atas dan bahu yang membuat tubuh terasa berat.
Beberapa orang juga mengalami sakit kepala yang terasa seperti ditekan dari berbagai arah.
Penyebab Utama dan Faktor Pemicunya
Ponsel memang jadi biang keladi utama di balik text neck, tapi bukan satu-satunya pelaku.
Komputer atau laptop yang layarnya terlalu rendah, membaca tablet sambil menunduk di sofa, atau bermain gim berjam-jam tanpa jeda semuanya bisa memberi tekanan ekstra pada leher.
Setiap kali kepala condong ke depan, otot dan tulang belakang harus bekerja lebih keras untuk menopang beban.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu penyakit degeneratif pada bantalan tulang yang membuat gerakan jadi terbatas dan rasa sakit makin intens.
Lebih parahnya lagi, tekanan yang terus-menerus bisa menjepit saraf, menyebabkan sensasi kesemutan, atau bahkan mati rasa di lengan dan tangan.
Cara Mencegah Text Neck Syndrome
Untuk mencegah text neck, hal pertama yang bisa kita lakukan adalah memperhatikan posisi kepala.
Usahakan tetap dalam posisi netral tidak terlalu menunduk atau mendongak.
Saat menggunakan ponsel atau laptop, coba tempatkan layar sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak terus-menerus menahan beban.
Mulailah dengan memperbaiki postur tubuh usahakan duduk tegak dan hindari posisi membungkuk saat menggunakan gadget.
Kurangi waktu menatap layar tanpa jeda, dan sempatkan diri untuk melakukan peregangan ringan secara rutin agar otot-otot tetap lentur.
Saat tidur, posisi tubuh ternyata punya peran besar dalam menjaga kesehatan leher dan punggung.
Tidur menyamping atau telentang adalah pilihan terbaik karena membantu mengurangi tekanan pada area tersebut.
Selain menjaga kebiasaan pribadi, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman juga punya peran besar dalam mencegah text neck.
Coba atur ketinggian layar komputer agar sejajar dengan pandangan mata, supaya leher tidak perlu menunduk terus-menerus.
Gunakan kursi yang punya penopang punggung agar tubuh tetap tegak dan rileks.
Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan leher di era digital adalah dengan membatasi waktu penggunaan gadget.
Cobalah untuk memberi jeda setiap 30 menit bangun, gerakkan tubuh, atau sekadar meregangkan leher dan bahu. (*)
Editor : radar tuban digital