RADARTUBAN - Sejumlah warga yang dikenal sebagai Jagoan Cikiwul mengancam akan menutup akses jalan menuju sebuah perusahaan di wilayah Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ancaman ini muncul setelah mereka menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 20.000, yang dianggap tidak layak dan jauh dari harapan.
Menurut informasi yang dihimpun, perwakilan warga yang sering membantu menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar perusahaan merasa kecewa dengan nominal THR yang diberikan.
Mereka menganggap jumlah tersebut tidak sebanding dengan kontribusi mereka dalam mendukung operasional perusahaan, terutama dalam menjaga akses jalan tetap aman dari gangguan.
Sebagai bentuk protes, kelompok ini menyatakan akan menutup akses jalan utama menuju perusahaan jika tuntutan mereka untuk mendapatkan THR yang lebih layak tidak dipenuhi.
Penutupan jalan ini dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan serta mobilitas karyawan dan distribusi barang.
beberapa pihak khawatir bahwa aksi penutupan jalan ini dapat memicu konflik lebih besar antara masyarakat dan perusahaan. Beberapa tokoh masyarakat setempat menyerukan agar kedua belah pihak segera duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.
Ketegangan antara Jagoan Cikiwul dan perusahaan mencerminkan perlunya komunikasi yang lebih baik antara pihak swasta dan masyarakat lokal.
Diharapkan ada mediasi untuk menyelesaikan masalah ini secara damai tanpa merugikan kedua belah pihak.
Aksi protes ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara perusahaan dan komunitas lokal harus didasari oleh rasa saling menghormati dan keadilan, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat sekitar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni