Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Demi Nikel dan Kobalt, Perusahaan Tambang Amerika Tantang Aturan Internasional

Mohammad Mukarom • Kamis, 17 April 2025 | 20:23 WIB
Demi Nikel dan Kobalt, Perusahaan Tambang Amerika Tantang Aturan Internasional
Demi Nikel dan Kobalt, Perusahaan Tambang Amerika Tantang Aturan Internasional

RADARTUBAN - Impossible Metals, sebuah perusahaan tambang telah mengajukan permohonan kepada pejabat Amerika Serikat untuk memperoleh izin penambangan di wilayah laut Pasifik, dekat Washington dan Samoa.

Mengutip Reuters pada Kamis (17/4), langkah itu dilakukan setelah ditemukan deposit mineral berharga di dasar laut yang diperkirakan mengandung nikel, kobalt, dan tembaga logam-logam penting, untuk pembuatan baterai kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan lainnya.

Impossible Metals menilai pendekatannya dalam menggali mineral dari laut dalam akan memberikan dampak besar pada industri pertambangan dan mempertahankan posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi dan energi bersih.

"Kami yakin teknologi kami akan merevolusi cara penambangan, sekaligus mendukung keberlanjutan dan mengamankan masa depan energi bersih," ungkap pihak perusahaan pada sebuah keterangan resminya.

nikelBaca Juga: Tok! Kampus Batal Dapat Hak Kelola Tambang, Pemerintah dan DPR Sepakati Pembatalan Izin Konsesi

Samoa, yang terletak di Pasifik Selatan dengan populasi sekitar 50.000 orang, kini menjadi titik fokus potensi tambang laut dalam tersebut.

Sementara itu, Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA) yang merupakan lembaga PBB tengah merumuskan regulasi terkait penambangan laut dalam, guna menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Namun, Impossible Metals dan perusahaan lain seperti The Metals Company, yang berbasis di Kanada, berpendapat bahwa mereka dapat menghindari pengawasan ISA karena proyek itu berada di wilayah yurisdiksi AS, bukan perairan internasional.

Dalam sebuah pernyataan, The Metals Company juga menegaskan keyakinannya bahwa peraturan penggalian dasar laut AS memberikan peluang terbesar untuk memperoleh izin penambangan secara efisien.

"Kami membutuhkan regulator yang kuat dan siap memberikan kesempatan adil bagi aplikasi kami dalam memulihkan sumber daya mineral dari dasar laut," ujarnya.

Mereka menyebutkan potensi pasar besar dari batuan polimetalik, atau nodul, yang mengandung mangan, tembaga, nikel, dan kobalt logam utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

Upaya kedua perusahaan tersebut semakin menunjukkan pentingnya penambangan laut dalam untuk memenuhi kebutuhan pasar energi terbarukan.

Namun, di sisi lain, langkah ini tetap menimbulkan kontroversi, mengingat potensi dampak buruk terhadap ekosistem laut yang belum sepenuhnya dipahami. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Impossible Metals #Samoa #aturan internasional #Amerika Serikat #nikel #perusahaan tambang