RADARTUBAN - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkap adanya pihak yang memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai ladang bisnis.
Menurutnya, target ambisius program ini justru memunculkan yayasan dan individu tak tulus yang mengelola lebih dari satu dapur sekaligus demi keuntungan pribadi.
Nanik menyoroti bahwa banyak pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih fokus pada profit ketimbang kualitas layanan.
Fasilitas seperti kamar dan AC sering diabaikan, sementara peralatan rusak dibiarkan karena pertimbangan biaya bisnis.
Dia menambahkan, lonjakan target MBG memicu praktik ini, di mana satu entitas menguasai beberapa dapur untuk meraup dana operasional besar.
BGN kini gencar evaluasi mitra agar program pemerintahan tak jadi alat pencarian untung.
BGN berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua mitra penyelenggara MBG.
Sanksi tegas seperti penutupan dapur menanti pelaku penyimpangan, termasuk yang terbukti mark-up bahan baku atau gunakan peralatan bekas.
Nanik menekankan, MBG harus tetap jadi program kemanusiaan, bukan ladang bisnis semata. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama