Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fokus Stabilitas, Google Resmi Ubah Pola Rilis AOSP Hanya Dua Kali Setahun

Andika Julia Perdana Putra
Google resmi ubah jadwal perilisan kode sumber Android.
Google resmi ubah jadwal perilisan kode sumber Android.

RADARTUBAN - Baru-baru ini Google mengubah kebijakan mereka terkait Android Open Source Project.


Advertisement

Perusahaan tersebut menginformasi akan mengubah pola rilis mode sumber Android mulai tahun ini.

Melansir dari Android Authority, Google memastikan kode sumber Android tidak akan lagi dirilis setiap kuartal, melainkan menjadi dua kali rilis setiap tahunnya.

Kebijakan baru ini membuat Google akan menerbitkan kode AOSP pada kuartal dua dan kuartal empat.

Advertisement

Google juga mengumumkan pada situs resmi Source Android untuk memberitahu kebijakan baru tersebut ke pengembang.

Perusahaan mengatakan perubahan ini dilakukan dengan tujuan agar pengembangan Android lebih selaras dengan model trunk-stable.

Selain itu, perubahan ini diklaim Google akan menawarkan stabilitas platform yang lebih baik untuk ekosistem Android.

Advertisement

Google menyarankan pengembang untuk menggunakan cabang android-latest-realese daripada aosp-main agar mendapatkan kode rilis yang selalu stabil.

Sebelum melakukan perubahan ini, Google selalu merilis kode sumber empat kali setiap tahun mengikuti siklus triwulanan.

Dengan pendekatan baru ini, Google akan berfokus pada pembaruan utama di kuartal dua diikuti oleh pembaruan minor di kuartal empat.

Juru bicara Google mengatakan langkah ini akan mempercepat proses pengembangan, mengurangi kerumitan pengelolaan banyak cabang kode, serta menghadirkan kode sumber yang lebih aman dan stabil.

Meskipun jadwal rilis AOSP kini berubah, tetapi Google memastikan komitmen mereka mengenai Android Open Source Project tetap sama.

Selain itu, perusahaan juga memastikan perilisan patch keamanan tidak akan terdampak dengan tetap dirilis setiap bulan melalui cabang yang dikhususkan untuk hal ini. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Ada Dokter Lulusan Google atau ChatGPT, dr. Henry Suhendra Ingatkan Risiko Diagnosis Mandiri

Tak Ada Dokter Lulusan Google atau ChatGPT, dr. Henry Suhendra Ingatkan Risiko Diagnosis Mandiri

Dokter Henry Suhendra mengingatkan masyarakat agar tidak mendiagnosis penyakit sendiri hanya berdasarkan Google dan AI.

Gemini Resmi Hadir di Windows, Bawa Fitur AI hingga Pembuatan Video

Gemini Resmi Hadir di Windows, Bawa Fitur AI hingga Pembuatan Video

Google resmi merilis aplikasi desktop Gemini untuk Windows 10 dan 11, lengkap dengan akses cepat, integrasi Gmail dan Google Drive.

Sulit Ditembus! Terungkap Alasan Android dan iOS Kuasai Pasar Smartphone Dunia

Sulit Ditembus! Terungkap Alasan Android dan iOS Kuasai Pasar Smartphone Dunia

Mengapa BlackBerry dan Windows Phone tumbang? Intip rahasia duopoli Android dan iOS serta tantangan dari HarmonyOS Huawei di sini!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer