RADARTUBAN – Stok Steam Deck OLED dilaporkan mendadak menghilang dari sejumlah pasar utama global.
Di Amerika Serikat dan Kanada, seluruh varian konsol genggam besutan Valve itu kini berstatus habis stok di toko resminya.
Asia Ikut Kehabisan, Eropa Masih Aman
Kondisi serupa juga terjadi di Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, hingga Taiwan.
Sebaliknya, di pasar Eropa stok Steam Deck OLED masih tersedia untuk model penyimpanan 512GB dan 1TB.
Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan gamer, terlebih setelah model LCD yang lebih terjangkau resmi dihentikan produksinya pada akhir tahun lalu. Dengan demikian, versi OLED kini menjadi satu-satunya opsi resmi dari Valve.
Baca Juga: Dituduh Tunduk pada Sensor Rusia, Valve Dikritik Usai Hapus Flick Solitaire dari Steam
Valve Bungkam, Spekulasi Bermunculan
Hingga saat ini, Valve belum memberikan penjelasan resmi terkait kelangkaan produknya tersebut.
Ketiadaan pernyataan ini memicu berbagai spekulasi di forum daring seperti Reddit.
Salah satu teori yang mencuat menyebut lonjakan harga memori sebagai penyebab utama. Spekulasi ini dinilai masuk akal karena Steam Deck OLED mengandalkan RAM LPDDR5 16GB serta SSD berkapasitas besar.
Harga Memori Melonjak Akibat Booming AI
Lonjakan harga komponen seperti DRAM, NAND, dan HBM dilaporkan meningkat hingga 80–90 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Kenaikan tersebut disebut berkaitan dengan booming kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi pusat data global yang menyerap pasokan chip memori dalam jumlah besar.
Kondisi pasar komponen yang sulit diprediksi ini berpotensi memberi tekanan lebih besar bagi produsen dengan skala produksi relatif kecil seperti Valve.
Masa Depan Steam Deck Dipertanyakan
Penundaan peluncuran perangkat lain seperti Steam Machine dan headset VR terbaru juga memperkuat dugaan adanya tekanan pada rantai pasokan.
Dengan rumor kehadiran Steam Deck 2 yang disebut baru akan meluncur sekitar 2028, para penggemar kini menantikan kepastian resmi dari Valve terkait masa depan lini konsol genggam andalannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni