Olimpiade Koding dan Kecerdasan Aritifisial Tuban Hari Pertama Diikuti 3.879 Siswa

Dwi Setiyawan • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:08 WIB
Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial Tuban diikuti 69,9 persen peserta pada hari pertama, dan dilanjutkan pada hari kedua. (Radar Tuban)
Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial Tuban diikuti 69,9 persen peserta pada hari pertama, dan dilanjutkan pada hari kedua. (Radar Tuban)

RADARTUBAN — Pelaksanaan hari pertama Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diinisiasi Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban kemarin (28/10) diikuti 3.879 siswa (69,9 persen) dari total 5.550 siswa yang terdaftar sebagai peserta.

Pada pelaksanaan hari kedua, Kamis (29/10) hari ini, 1.671 siswa dijadwalkan mengikuti sesi lanjutan.

Olimpiade yang mengasah kemampuan berpikir komputasional tersebut digelar serentak di lembaga pendidikan peserta. Sebagian besar sekolah memulai pelaksanaan sekitar pukul 08.00.

Baca Juga: Simulasi Tuntas, Peserta Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial Tuban Siap Tanding 28-29 Oktober

Ketua panitia Olimpiade KKA Dwi Setiyawan mengatakan, Plt Kepala Disdik Tuban R. Mochamad Dani Ramdhani dijadwalkan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan olimpiade di sejumlah sekolah pada Kamis (29/10).

Dalam kegiatan tersebut, Dani direncanakan didampingi Direktur Jawa Pos Radar Tuban Tulus Widodo dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Tuban.

"Dalam monev tersebut, kepala dinas tidak hanya melihat dari dekat pelaksanaan olimpiade, namun juga menyemangati peserta," kata Dwi.

Sebelumnya, Dani bersama Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Disdik Tuban Siswo Suwarko menjadwalkan monev pada hari pertama. Namun, karena harus mengikuti kegiatan di Surabaya, pemantauan langsung oleh kepala dinas ditunda hingga hari kedua.

Meski tidak hadir langsung di lokasi pelaksanaan, Dani tetap mengikuti perkembangan Olimpiade KKA melalui laporan Siswo.

Pelaksanaan hari pertama dimulai dengan pembagian token pada pukul 06.52 melalui grup WhatsApp yang diikuti 56 operator lembaga pendidikan peserta. Token tersebut menjadi akses bagi sekolah untuk memulai pelaksanaan olimpiade.

Berdasarkan laporan dalam grup tersebut, mayoritas sekolah melaksanakan olimpiade di dalam ruangan.

Ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan aula dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan. Sebagian sekolah memilih ruang terbuka, salah satunya SMPN 1 Montong.

Sejumlah kepala sekolah juga terlihat aktif memantau pelaksanaan olimpiade dan melihat langsung aktivitas peserta.

Dari sisi teknis, panitia mencatat sejumlah kendala yang terjadi selama pelaksanaan. Tim teknis Olimpiade KKA Andrie Kurniawan mengatakan, terdapat tiga jenis kendala yang paling banyak dilaporkan, yakni koneksi jaringan, kompatibilitas telepon seluler, dan instalasi handler.

Baca Juga: Hari Pertama Simulasi Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial Berlangsung Lancar

"Semua berhasil kami tangani," kata Andrie yang merupakan bagian dari tim teknis AKA Software.

Menurut dia, operator tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada sekolah. Setiap laporan kendala yang disampaikan melalui grup WhatsApp segera ditindaklanjuti dengan menghubungi operator sekolah.

Pendampingan dilakukan hingga kendala teknis teratasi dan koneksi kembali normal sehingga peserta dapat melanjutkan olimpiade. (ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial SMPN 1 Montong Tuban